EinsNews, JAKARTA – Di tengah sentimen positif yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 68,05 poin atau 1,11% ke level 6.195,43 pada perdagangan perdana Juni usai libur panjang, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) jumbo. Total nilai transaksi harian mencapai Rp25,47 triliun dengan volume 31,25 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,57 juta transaksi. Sebanyak 281 saham ditutup hijau, 389 merah, dan 147 stagnan.
Namun, lonjakan indeks tersebut tidak diikuti oleh aliran modal asing. Data menunjukkan bahwa asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,39 triliun di seluruh pasar, dengan rincian Rp1,37 triliun di pasar reguler dan Rp20,41 miliar di pasar negosiasi serta tunai. Aksi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi bertepatan dengan penguatan IHSG, yang mencerminkan adanya perbedaan sentimen antara investor lokal dan asing.
Sepuluh saham yang paling banyak dilego oleh asing pada sesi kemarin antara lain: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Mayoritas saham ini merupakan emiten berkapitalisasi besar dan kerap menjadi incaran investor asing.
Fenomena net sell asing di tengah kenaikan IHSG mengindikasikan bahwa sebagian investor global masih mengambil sikap wait-and-see atau melakukan rotasi portofolio ke aset lain. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati kebijakan moneter global dan data ekonomi domestik, terutama rilis inflasi Juni serta keputusan suku bunga Bank Indonesia, yang berpotensi memengaruhi arah aliran dana asing ke pasar saham tanah air.