Logistikplus International Targetkan Pendapatan Rp299 Miliar di 2026, Andalkan Proyek Pemerintah

PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) membidik pertumbuhan pendapatan hingga dua kali lipat pada tahun 2026, mencapai Rp299,53 miliar dibandingkan proyeksi tahun 2025. Optimisme ini didorong oleh sejumlah kontrak strategis yang telah dimenangkan, terutama proyek Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) dari Kementerian Kesehatan. Proyek tersebut mencakup distribusi alat kesehatan canggih ke 200–300 lokasi di seluruh Indonesia, menjadi katalis utama bagi bisnis logistik perseroan.

Meskipun dihadapkan pada gejolak geopolitik global, gangguan rantai pasok, dan pelemahan nilai tukar rupiah, manajemen LOPI menyatakan belum merasakan dampak langsung terhadap operasional. Namun, Direktur Utama Wahyu Dwi Jatmiko menekankan kewaspadaan jika tekanan eksternal berkepanjangan dapat memengaruhi rantai pasok dan sektor logistik secara lebih luas. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perseroan tetap fokus pada ekspansi bisnis berbasis proyek pemerintah dan penguatan infrastruktur logistik.

Selain proyek kesehatan, LOPI juga mengembangkan segmen engineering/installation yang didukung oleh teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan (AI). Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat rantai pasok nasional dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan bisnis. Dengan strategi diversifikasi dan pemanfaatan teknologi, LOPI optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global tahun 2026.