Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun di ICE BSD, Tangerang, Rabu (3/6/2026). (Foto: Inilah.com/Harris Muda).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan adanya tiga pilar besar yang menjadi strategi korporasi dalam modernisasi infrastruktur distribusi energi di Indonesia.
Langkah tersebut diambil untuk mengejar efisiensi dan efektivitas operasional yang ujungnya ditargetkan mampu mendongkrak keuntungan, sekaligus menyumbang dividen yang lebih besar bagi negara.
“Kami melaksanakan Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 dengan harapan, ke depan, distribusi energi di Indonesia menjadi tulang punggung. Sebagaimana kita ketahui, kondisi migas Indonesia, dari sisi distribusi di lapangan melalui fuel terminal, kita perlu teknologi-teknologi terkini. Tentunya teknologi yang ramah lingkungan,” ujar Roberth kepada awak media di ICE BSD, Tangerang, Rabu (3/6/2026).
Roberth memaparkan, Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan terbesar bagi Pertamina Patra Niaga yang berada dalam aspek penyaluran logistik.
Untuk itu, perusahaan tidak hanya fokus pada area hulu atau pengolahan saja. Melainkan berkomitmen untuk memperkuat seluruh mata rantai bisnis hilir terintegrasi, melalui tiga pilar utama.
“Yang pertama adalah terkait dengan kilang hijau. Bagaimana Pertamina Patra Niaga semaksimal mungkin menggagas dan kemudian bekerja sama dengan mitra-mitra, terutama yang memiliki teknologi, untuk menciptakan dan mewujudkan sebuah proses bisnis penyulingan yang bisa memproduksi produk-produk unggulan sesuai spesifikasi untuk kendaraan bermotor, tapi juga kembali lagi untuk mendukung keberlanjutan yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Selanjutnya, pilar kedua berfokus pada transportasi laut. Saat ini, kata Roberth, melalui integrasi bisnis hilir, Pertamina Patra Niaga telah menyatukan seluruh proses bisnis mulai dari kilang, perkapalan, hingga pemasarannya.
“Dari pelayaran ramah lingkungan harapannya tentunya teknologi-teknologi untuk kapal penyaluran sebagai virtual pipeline di Indonesia, seperti negara kepulauan, kita butuh kendaraan-kendaraan pengangkut yang dilengkapi dengan teknologi kembali lagi untuk menjaga laut, untuk menjaga lingkungan, tapi juga mengedepankan aspek kecepatan dan juga ketepatan supaya pendistribusian bisa tepat pada waktunya dan mencapai seluruh wilayah di Indonesia,” kata Roberth lagi.
Sementara untuk… [content truncated]