IHSG Terperosok ke Level 6.106, Saham Dua Emiten Hary Tanoe Justru Melonjak Tajam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (3/6/2026), dengan ambruk sebesar 89,39 poin atau 1,44% ke level 6.106 dalam sejam pertama perdagangan. Sepanjang sesi, indeks bergerak fluktuatif di rentang 6.077 hingga 6.213, menunjukkan sentimen negatif yang mendominasi pasar domestik. Pelemahan ini kontras dengan pergerakan saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 yang juga anjlok 1,7%, menandakan tekanan luas pada kapitalisasi besar.

Di tengah koreksi pasar yang dalam, saham dua emiten milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo justru mencatatkan kinerja gemilang. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dan PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) melesat kencang dan berhasil masuk jajaran top gainers. Aksi beli yang deras terhadap kedua saham ini mengindikasikan adanya katalis positif spesifik, baik dari kinerja fundamental maupun sentimen investor, yang mampu berdiri kokoh di tengah tekanan indeks.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tercatat sangat aktif dengan 10,87 miliar lembar saham berpindah tangan dalam sejam pertama, nilai transaksi mencapai Rp 6,19 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 814.682 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 131 saham yang berhasil menguat, sementara 529 saham mengalami penurunan dan 143 saham stagnan, mengonfirmasi dominasi aksi jual di pasar.

Menariknya, tekanan jual di pasar saham Indonesia tidak sejalan dengan mayoritas bursa Asia pada sesi yang sama. Straits Times Singapura naik 0,86%, Nikkei Jepang melonjak 2,57%, dan Shanghai China menguat 0,41%. Satu-satunya indeks besar yang juga tertekan adalah Hang Seng Hong Kong yang anjlok 1,55%. Disparitas ini menunjukkan bahwa faktor domestik, seperti sentimen politik atau data ekonomi, menjadi pemicu utama koreksi IHSG, sementara saham Hary Tanoe justru menjadi oase di tengah badai pasar.