Hartadinata Abadi Catat Kinerja Spektakuler: Laba Kuartal I/2026 Melonjak 189%, Dividen Rp40 Disahkan

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi mengesahkan pembagian dividen tunai sebesar Rp40 per lembar saham untuk tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Bandung. Dengan harga acuan saham di level Rp2.300, tingkat imbal hasil (dividend yield) mencapai sekitar 1,8%, sementara rasio pembayaran dividen tercatat sebesar 18,83% dari total laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini diambil di tengah capaian rekor kinerja sepanjang masa perseroan pada tahun fiskal 2025, di mana pendapatan melesat 144,39% year-on-year menjadi Rp44,55 triliun dan laba bersih tumbuh 121,29% menjadi Rp978,49 miliar.

Tren pertumbuhan eksponensial tersebut terus berlanjut pada awal tahun buku 2026. Sepanjang kuartal I/2026, HRTA membukukan pendapatan sebesar Rp20,16 triliun, meroket 196,96% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih kuartal pertama 2026 pun melonjak 189,48% menjadi Rp433,49 miliar dari Rp149,75 miliar pada kuartal I/2025. Akselerasi ini didorong oleh kenaikan volume penjualan emas murni sebesar 75,18% year-on-year menjadi 7,83 ton, serta lonjakan harga jual rata-rata (ASP) emas yang terkerek 71,01% menjadi Rp2.567.213 per gram.

Dari sisi segmentasi bisnis, pasar grosir tetap menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi 90,60% terhadap total pendapatan, terutama dari pasokan ke institusi keuangan komoditas dan perbankan syariah. Segmen ritel menyumbang 9,13%, sedangkan lini bisnis gadai berkontribusi 0,26%. Ke depan, perseroan terus memperkuat integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir serta mengejar sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA) untuk meningkatkan daya saing global. Dengan fundamental yang solid dan pertumbuhan berkelanjutan, HRTA dipandang memiliki prospek cerah di tengah tren kenaikan harga emas, sehingga menarik perhatian investor pasar modal.