DBV Technologies resmi memulai proses penyaringan peserta pertama dalam uji klinis fase 2 bertajuk THRIVE, yang dirancang untuk mengevaluasi patch VIASKIN Peanut pada bayi berusia 6 hingga 12 bulan dengan alergi kacang tanah. Langkah ini menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan terapi imunoterapi transdermal yang ditargetkan untuk populasi pasien termuda.
Studi THRIVE bertujuan menguji keamanan dan efektivitas patch tersebut dalam memungkinkan desensitisasi terhadap protein kacang tanah. Keberhasilan uji coba ini berpotensi membuka pasar baru yang besar mengingat prevalensi alergi kacang yang terus meningkat di kalangan bayi, serta terbatasnya opsi pengobatan yang ada saat ini.
Dari perspektif bisnis, jika data fase 2 menunjukkan hasil positif, DBV Technologies dapat mempercepat jalur menuju persetujuan regulasi dan komersialisasi. Ini akan memperkuat posisi kompetitif perusahaan di sektor imunoterapi alergi makanan yang diperkirakan bernilai miliaran dolar. Investor akan mencermati perkembangan rekrutmen pasien dan hasil interim studi ini sebagai katalis potensial bagi pergerakan saham DBV Technologies di bursa.