TMAS Tebar Dividen Rp4 per Saham, Ekspansi Armada dan LNG Jadi Fokus 2026

PT Temas Tbk (TMAS) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp4 per saham atau total Rp228 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) baru-baru ini. Dividen tersebut diambilkan dari 40 persen laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025, mencerminkan komitmen manajemen untuk memberikan imbal hasil kompetitif di tengah volatilitas harga komoditas dan tekanan biaya operasional. Kebijakan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi investor yang mencari kepastian pendapatan, sekaligus menunjukkan keseimbangan antara pengembalian ke pemegang saham dan alokasi untuk pertumbuhan jangka panjang.

Sisa laba bersih setelah dividen akan ditahan sebagai laba ditahan guna mendanai ekspansi armada dan peningkatan efisiensi operasional. Sepanjang 2025, TMAS telah menambah tujuh kapal baru secara neto, mendorong kapasitas angkutan naik 17 persen menjadi 57 unit dengan total kapasitas 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 DWT. Peremajaan armada juga terlihat dari penurunan rata-rata usia kapal dari 15 tahun pada 2023 menjadi 13 tahun pada 2025, yang diharapkan meningkatkan kualitas layanan logistik dan daya saing perusahaan di pasar domestik maupun regional.

Memasuki 2026, TMAS mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp2,5 triliun untuk memperkuat kapasitas operasional. Mayoritas anggaran akan digunakan untuk pembelian kapal baru, pembaruan armada, pengadaan peralatan pelabuhan, serta pengembangan infrastruktur pelabuhan. Selain itu, perusahaan menjalin kerja sama Build-Operate-Transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memperluas dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter, guna meningkatkan efisiensi bongkar muat dan memperkuat integrasi layanan logistik.

Dalam jangka menengah, manajemen TMAS juga mulai menjajaki penggunaan liquefied natural gas (LNG) sebagai bahan bakar alternatif untuk armada kapal. Langkah ini sejalan dengan tren global menuju energi bersih dan efisiensi biaya bahan bakar, serta diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dan meningkatkan daya saing operasional. Dengan strategi ekspansi armada, investasi infrastruktur, dan diversifikasi energi, TMAS optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah dinamika industri logistik yang kian kompetitif.