TMAS Tebar Dividen Rp 228 Miliar atau 40% dari Laba, Tandai Ekspansi Armada dan Infrastruktur

PT Temas Tbk (TMAS), emiten jasa transportasi laut yang mengelola armada kapal dan kontainer, memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 228 miliar kepada para pemegang saham. Jumlah tersebut setara dengan Rp 4 per saham, atau sekitar 40% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam rapat umum pemegang saham tahunan, sesuai dengan kebijakan perseroan yang menetapkan rasio pembayaran dividen minimal 30% dari laba bersih jika laba melebihi Rp 30 miliar.

Langkah ini mencerminkan komitmen TMAS dalam memberikan imbal hasil yang kompetitif kepada investor di tengah ekspansi bisnis yang agresif. Manajemen menyatakan bahwa kebijakan dividen akan dibagikan setidaknya sekali setahun kepada seluruh pemegang saham. Dengan rasio 40%, TMAS menunjukkan kepercayaan diri terhadap stabilitas arus kas dan prospek pertumbuhan ke depan, meskipun industri pelayaran menghadapi tekanan dari fluktuasi biaya operasional dan persaingan global.

Di sisi operasional, TMAS terus melanjutkan strategi pengembangan armada dan infrastruktur. Sepanjang 2025, perusahaan menambah tujuh kapal baru secara neto, meningkatkan kapasitas angkut sebesar 17%. Total armada kini mencapai 57 unit dengan kapasitas 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 DWT. Peremajaan armada juga berhasil menurunkan rata-rata usia kapal dari 15 tahun pada 2023 menjadi 13 tahun pada 2025, yang berpotensi menekan biaya pemeliharaan dan meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, TMAS mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,5 triliun pada 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian kapal baru, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas layanan dan daya saing di tengah pertumbuhan industri angkutan kontainer nasional. Selain itu, TMAS juga tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan beroperasi pada semester II-2026, serta memperluas layanan logistik terintegrasi dan kerja sama BOT dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga.

Dari sisi dampak pasar, kebijakan dividen yang tinggi ini dapat menarik minat investor yang mencari pendapatan pasif, namun perlu dicermati bahwa belanja modal yang besar juga memerlukan komitmen kas yang signifikan. Dengan ekspansi armada dan infrastruktur yang agresif, TMAS berpotensi meningkatkan pangsa pasar di sektor pelayaran domestik, meskipun risiko oversupply dan tekanan margin tetap menjadi perhatian. Investor akan mencermati realisasi capaian operasional pada 2026 untuk menilai apakah pertumbuhan laba dapat mengimbangi investasi besar tersebut.