Harga saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) tercatat melemah 0,41% ke level Rp4.890 per saham pada perdagangan sesi pertama hari ini. Pelemahan tersebut mendorong performa bulanan saham SMAR ke zona negatif 20,49% meskipun secara year-to-date masih mencatatkan kenaikan tipis 2,52%.
Sentimen positif justru datang dari pasar komoditas kelapa sawit. Kontrak berjangka crude palm oil (CPO) untuk pengiriman Juni 2026 di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) menguat solid di kisaran RM4.470 per ton, dengan rentang perdagangan RM4.466 hingga RM4.510 per ton. Penguatan harga CPO ini berpotensi mendorong pendapatan dan margin keuntungan perusahaan perkebunan sawit, termasuk SMAR.
Selain itu, SMAR baru saja menyelesaikan aksi korporasi berupa penggabungan usaha (merger) dengan PT Perusahaan Perkebunan Panigoran. Merger yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum melalui surat penerimaan pemberitahuan penggabungan yang terbit pada 25 Mei 2026 ini menyebabkan Panigoran berakhir tanpa likuidasi, sehingga seluruh aset dan operasionalnya kini berada di bawah kendali penuh SMAR. Aksi ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal grup untuk menyederhanakan struktur perusahaan dan entitas anak.
Meski dalam jangka pendek saham SMAR masih tertekan, fundamental perusahaan tetap didukung oleh perbaikan harga CPO dan potensi efisiensi pasca-merger. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan harga komoditas serta integrasi operasional sebagai katalis utama bagi pemulihan harga saham ke depan.