EinsNews, NEW YORK – SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, dilaporkan tengah menegosiasikan biaya penjaminan emisi (underwriting) untuk IPO raksasanya ke level di bawah 0,75% dari target dana yang akan dihimpun sekitar US$75 miliar. Jika kesepakatan ini tercapai, struktur biaya tersebut akan menjadi salah satu yang terendah dalam sejarah penawaran saham perdana berskala jumbo, mencerminkan posisi tawar yang sangat kuat dari perusahaan di tengah tingginya minat investor global.
Meski tarif underwriting ditekan, para bank investasi papan atas yang terlibat tetap berpotensi mengantongi pendapatan hingga US$500 juta dari transaksi ini. Konsorsium penjamin emisi dipimpin oleh Goldman Sachs, Morgan Stanley, BofA Securities, Citigroup, dan JPMorgan, yang bertindak sebagai joint book-running managers. Goldman Sachs dan Morgan Stanley sebagai bank utama diperkirakan akan memperoleh porsi pendapatan terbesar dibandingkan 21 broker lain yang turut berpartisipasi dalam IPO tersebut.
IPO SpaceX diperkirakan menjadi debut pasar saham terbesar sepanjang sejarah, dengan valuasi mencapai sekitar US$1,75 triliun. Perusahaan yang bergerak di bidang peluncuran roket, layanan internet satelit, dan kecerdasan buatan (AI) ini memiliki daya tawar yang luar biasa karena statusnya sebagai salah satu perusahaan swasta paling bernilai di dunia serta gelombang minat investasi yang kuat di sektor antariksa dan AI. Sebagai perbandingan, biaya underwriting sebesar 0,75% pernah diterapkan pada IPO General Motors pada 2010, ketika bank-bank Wall Street bernegosiasi langsung dengan pemerintah AS.
SpaceX dijadwalkan memulai roadshow kepada investor pada 4 Juni dan berpotensi melantai di bursa paling cepat pada 12 Juni. Langkah ini tidak hanya akan menjadi tonggak sejarah bagi pasar modal global, tetapi juga memberikan sinyal kuat mengenai transformasi industri antariksa dan teknologi ke ranah publik. Para analis melihat bahwa kesepakatan biaya ini belum termasuk insentif tambahan yang bisa diberikan berdasarkan kinerja penjualan saham, yang berpotensi menambah pendapatan bank investasi secara signifikan.