Saratoga Bagikan Dividen Rp 1,4 Triliun

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencairkan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp 1,4 triliun kepada para pemegang saham pada Selasa, 2 Juni 2026. Alokasi keuntungan yang disalurkan oleh perusahaan investasi tersebut mencapai Rp 103,3 per saham atau setara dengan Rp 10.330 per lot.

Pembayaran keuntungan ini menghasilkan yield dividen sebesar 6,28 persen berdasarkan harga saham SRTG senilai Rp 1.645 pada posisi cum dividen date, Selasa, 26 Mei 2026. Nilai imbal hasil tersebut dilansir dari Investasi mencapai sekitar tiga kali lipat dari bunga deposito rupiah di bank umum.

Kenaikan volume dividen ditopang oleh laba bersih perusahaan milik Sandiaga Uno yang melejit 121,11 persen secara tahunan menjadi Rp 7,33 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh keuntungan investasi saham dan efek lain yang melonjak 180,05 persen hingga mencapai Rp 4,13 triliun.

Hingga akhir 2025, perusahaan mengumpulkan investasi pada saham blue chip sebesar Rp 48,03 triliun. Portofolio tersebut mencakup kepemilikan saham di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 19,73 persen dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar 9,73 persen.

Selain itu, perusahaan menguasai 4 persen saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) serta 4,38 persen saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Manajemen menyatakan peningkatan kinerja bersumber dari pergerakan positif harga saham emiten portofolio seperti MDKA dan TBIG.

Kenaikan nilai wajar portofolio investasi dan monetisasi aset menjadi faktor utama pendorong laba korporasi. Struktur kinerja emiten ditopang kuat oleh sektor sumber daya alam, infrastruktur, serta telekomunikasi yang menjadi kontributor utama pertumbuhan nilai aset bersih.

“Kinerja tahun lalu juga ditambah kontribusi dividen dari portofolio lain seperti Mitra Pinasthika Mustika yang menjaga arus kas tetap stabil,” tutur Hendra Wardana, Analis pasar modal sekaligus Founder Investor.

Pergerakan saham-saham portofolio utama menjadi poin krusial yang perlu dipantau oleh para pelaku pasar. Atas dasar performa tersebut, rekomendasi trading buy disematkan untuk saham SRTG dengan target harga pada rentang tertentu.

“Dengan catatan investor perlu memperhatikan pergerakan saham-saham portofolio utama,” papar Hendra Wardana, Analis pasar modal sekaligus Founder Investor.

Berdasarkan keterbukaan informasi, rangkaian jadwal pembagian keuntungan ini akan memasuki tahap ex dividen di pasar tunai pada 3 Juni 2026. Proses finalisasi berupa pendistribusian dana… [content truncated]