Saham CPIN Terkoreksi 4% di Momen Cum Dividen, Yield Tembus 4,27%

Emiten pakan ternak dan unggas PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memasuki jadwal cum dividen pada hari ini, Selasa (2/6). Perusahaan yang telah berdiri sejak 1972 ini akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 2,95 triliun atau setara Rp 180 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada 20 Mei 2026 lalu. Dengan demikian, investor pemegang satu lot saham CPIN berpotensi menerima dividen Rp 18.000 sebelum pajak.

Namun, menarik untuk dicermati bahwa harga saham CPIN justru mengalami penurunan signifikan pada perdagangan sebelumnya. Pada penutupan Jumat (26/5), saham CPIN ambles 4,69% ke level Rp 4.270 per lembar. Koreksi ini sejalan dengan aksi ambil untung yang biasa terjadi menjelang ex dividen. Meski demikian, dengan harga tersebut yield dividen saham CPIN mencapai 4,27%, lebih dari dua kali lipat bunga deposito bank umum yang saat ini berkisar 2%.

Investor perlu mewaspadai fenomena dividen trap, yaitu penurunan harga saham pasca cum dividen yang kerap menggerus nilai investasi. Selama sebulan terakhir, saham CPIN tercatat naik 4,40% sebelum akhirnya terkoreksi. Data keuangan per 31 Desember 2025 menunjukkan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 5,63 triliun, dengan total ekuitas Rp 34,15 triliun dan saldo laba ditahan Rp 33,96 triliun. Berikut jadwal lengkapnya: cum dividen di pasar reguler dan negosiasi 2 Juni, ex dividen 3 Juni, cum di pasar tunai 4 Juni, recording date 4 Juni, dan pembayaran dividen pada 12 Juni 2026.