Saham Chandra Asri Pacific (TPIA) Melonjak 12% usai Dilepas MSCI, Investor Domestik Borong Rp1,93 Triliun

Saham emiten grup Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 12,04% ke level Rp2.000 pada akhir sesi I perdagangan Selasa (2/6). Pergerakan ini membalikkan tren pelemahan yang terjadi pada akhir pekan lalu, ketika saham TPIA sempat jatuh 6,05% pada Jumat (29/5) seiring dengan aksi rebalancing indeks MSCI.

Volume perdagangan saham TPIA pada sesi I hari ini mencapai 1,29 miliar lembar dengan frekuensi 156.032 kali dan nilai transaksi menembus Rp2,44 triliun. Data pasar menunjukkan bahwa aksi beli investor domestik menjadi pendorong utama kenaikan ini, dengan net buy tercatat sebesar Rp174,9 miliar pada jeda siang, menjadikannya yang tertinggi di antara saham-saham lain.

Fenomena menarik terjadi ketika TPIA justru berhasil melesat setelah resmi dikeluarkan dari perhitungan indeks MSCI Global Standard Index pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu. Biasanya, pelepasan dari indeks acuan global dapat menekan harga saham akibat tekanan jual dari investor asing. Namun, dalam kasus ini, investor domestik justru memborong saham secara habis-habisan, dengan net buy mencapai Rp1,93 triliun pada Jumat lalu, hanya kalah dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat net buy Rp1,95 triliun.

Lonjakan TPIA turut diiringi aksi beli besar-besaran pada saham-saham lain yang juga terkena dampak rebalancing MSCI, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan net buy Rp1,61 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp738 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp389 miliar. Fenomena ini mengindikasikan kepercayaan tinggi investor domestik terhadap fundamental emiten, di tengah gejolak pasar yang dipicu perubahan komposisi indeks global.