PT Jokowow Indonesia Hebat tercatat masih menggenggam 134.889.200 lembar saham Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU) hingga 29 Mei 2026. Kepemilikan tersebut setara dengan 2,09% dari total saham beredar, berdasarkan data pemegang saham di atas 1% yang dirilis oleh KSEI melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam klasifikasi investor, PT Jokowow tercatat sebagai corporate legal foreign.
AKKU merupakan emiten yang bergerak di bidang konsultasi bisnis, manajemen dan administrasi, jasa penunjang pertambangan, jasa pengelolaan pertambangan umum, serta jasa pengelolaan hotel. Meski PT Jokowow masih memegang saham dalam jumlah signifikan, perdagangan saham AKKU saat ini dalam posisi suspensi. BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan di seluruh pasar sejak sesi I Periodic Call Auction pada 2 April 2026, menyusul Laporan Keuangan Auditan perseroan yang mendapat opini Disclaimer (Tidak Memberikan Pendapat) selama dua periode berturut-turut.
Hingga tanggal terakhir diperdagangkan, saham AKKU tercatat di level Rp38. Secara year-to-date, saham tersebut sempat menguat 18,75% atau naik 6 poin. Namun, suspensi yang masih berlangsung membuat likuiditas saham ini terhenti. Investor pasar modal kini mencermati prospek AKKU ke depan, terutama setelah BEI menegaskan bahwa emiten harus segera menyelesaikan masalah laporan keuangan agar status suspensi dapat dicabut. Kepemilikan PT Jokowow sebesar 2,09% menjadi salah satu sentimen yang terus dipantau di tengah ketidakpastian perdagangan saham AKKU.