Pakuwon Jati Siapkan Belanja Modal Rp2,2 Triliun untuk Ekspansi Properti pada 2026

Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,2 triliun untuk tahun 2026. Langkah ini menjadi sinyal ekspansi agresif perusahaan di tengah prospek pemulihan sektor properti yang mulai menunjukkan momentum positif pasca-pandemi. Alokasi dana tersebut akan difokuskan pada pengembangan berbagai proyek mixed-use, termasuk mal, hotel, dan kondominium, serta akuisisi lahan dan aset strategis.

Menurut Director of Business Development PWON, Ivy Wong, strategi penggunaan capex tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk memperkuat portofolio mixed-use development. Dengan pendekatan ini, Pakuwon Jati berupaya menciptakan ekosistem properti terintegrasi yang mampu menghasilkan pendapatan berulang (recurring income) dari sektor ritel dan perhotelan, sekaligus meningkatkan nilai aset jangka panjang.

Dari perspektif pasar saham, langkah ekspansi PWON patut dicermati investor. Proyek baru di segmen mal dan hotel berpotensi mendongkrak pendapatan berulang, sementara akuisisi lahan bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah. Namun, perlu diwaspadai risiko likuiditas dan kenaikan suku bunga yang dapat membebani biaya pendanaan. Analis memperkirakan, jika eksekusi proyek berjalan sesuai rencana, PWON berpotensi mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2026–2027.

Secara fundamental, PWON memiliki leverage yang relatif terkendali dengan rasio utang terhadap ekuitas di bawah 0,5 kali. Hal ini memberikan ruang fiskal untuk mendanai ekspansi tanpa tekanan likuiditas berlebihan. Investor akan memantau realisasi capex pada kuartal pertama 2026 sebagai indikator awal seberapa agresif manajemen dalam mengeksekusi rencana bisnisnya.

Dengan sentimen positif dari pemulihan sektor properti dan strategi ekspansi yang terukur, saham PWON berpotensi menarik minat investor jangka panjang. Namun, volatilitas pasar dan tantangan makroekonomi global tetap menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menilai prospek emiten properti ini.