Pasar kripto kembali mengalami tekanan signifikan pada awal pekan ini, dengan Bitcoin dan Ethereum mencatatkan penurunan harga yang cukup dalam. Bitcoin terkoreksi sekitar 6,57% ke level $66.870, sementara Ethereum ambrol hampir 5% ke posisi $1.901,68. Aksi jual masif ini dipicu oleh perubahan sentimen investor yang mulai meninggalkan aset digital berisiko tinggi untuk beralih ke sektor saham yang lebih prospektif, khususnya saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan perusahaan yang melantai di bursa melalui initial public offering (IPO) di bidang teknologi.
Lembaga riset K33 Research menyebutkan bahwa fenomena ini mencerminkan pergeseran preferensi investor institusional maupun ritel di tengah optimisme terhadap prospek AI dan IPO teknologi yang dianggap menawarkan fundamental lebih kuat dibandingkan kripto. Momentum rally saham AI yang didorong oleh perkembangan model generative AI dan IPO perusahaan teknologi besar telah menyerap likuiditas yang sebelumnya mengalir deras ke pasar kripto. Kondisi ini diperparah oleh ekspektasi suku bunga tinggi yang masih bertahan, membuat aset spekulatif seperti Bitcoin kehilangan daya tarik sebagai lindung nilai inflasi.
Dari perspektif analis, tekanan jual pada Bitcoin dan Ethereum berpotensi berlanjut dalam jangka pendek jika arus modal terus bergerak ke pasar saham AI dan IPO. Namun demikian, para investor tetap mencermati level support kunci Bitcoin di area $65.000 yang menjadi pagar psikologis. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, koreksi lebih dalam bisa terjadi, mengingat volume transaksi yang meningkat tajam selama aksi jual ini mengindikasikan adanya kepanikan pasar.
Bagi pelaku pasar saham, peralihan ini justru membuka peluang diversifikasi portofolio. Saham AI dan IPO teknologi kini menjadi primadona baru yang diyakini mampu memberikan imbal hasil lebih stabil di tengah volatilitas kripto. Namun, investor tetap diingatkan untuk waspada terhadap risiko valuasi tinggi di sektor AI yang bisa mengalami koreksi jika ekspektasi pertumbuhan tidak terpenuhi. Sementara itu, untuk kripto, musim panas ini bisa menjadi ujian ketahanan bagi Bitcoin dan Ethereum dalam mempertahankan posisinya sebagai aset digital utama.