EinsNews, JAKARTA — Pasar modal Indonesia kembali memasuki musim perburuan dividen seiring dengan padatnya jadwal cum dividen pada pekan pertama Juni 2026. Momentum ini menjadi momen krusial bagi investor institusi dan ritel untuk mengoptimalkan imbal hasil portofolio, terutama dari emiten yang menawarkan dividend yield agresif.
Berdasarkan data terakhir, dua emiten tercatat memimpin dengan penawaran imbal hasil dividen di atas 15%. Angka ini jauh di atas rata-rata imbal hasil pasar, menandakan potensi keuntungan jangka pendek yang menarik. Namun, investor perlu mencermati fundamental perusahaan, karena dividend yield yang tinggi kerap kali diikuti oleh tekanan harga saham pasca ex-date.
Dari sisi strategi, aksi borong saham menjelang cum date bisa memberikan keuntungan dividen, namun risiko capital loss juga mengintai jika pasar merespons negatif. Analis menyarankan untuk fokus pada emiten dengan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten dan rasio pembayaran yang sehat, bukan sekadar yield tinggi.
Dampak terhadap sektor pasar saham diperkirakan positif dalam jangka pendek, terutama bagi emiten di sektor konsumer dan infrastruktur yang kerap menjadi andalan dividen. Aliran dana asing juga diprediksi meningkat jika rupiah stabil dan ekspektasi dividen terpenuhi. Investor disarankan untuk tidak terbawa euforia semata dan tetap melakukan diversifikasi portofolio.