Investor legendaris Lo Kheng Hong kembali menjadi sorotan pasar modal dengan melakukan aksi di saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), emiten sawit Grup Salim. Langkah ini terjadi menjelang pengumuman dividen tahun buku 2025 yang dinantikan oleh para pemegang saham. Manuver Lo Kheng Hong kerap diartikan sebagai sinyal keyakinannya terhadap prospek fundamental emiten.
Manajemen Salim Ivomas Pratama telah mengumumkan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang akan digelar pada 25 Juni 2026. Proses pemanggilan RUPST akan dilakukan pada 3 Juni 2026. Dalam agenda tersebut, salah satu poin utama yang akan dibahas adalah penetapan penggunaan laba bersih, termasuk kemungkinan pembagian dividen bagi para pemegang saham.
Aksi Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai ‘Warren Buffett-nya Indonesia’ ini menambah daya tarik investor untuk mencermati pergerakan saham SIMP dalam jangka pendek. Pasar akan mengamati besaran dividen yang diumumkan sebagai katalis potensial, mengingat kinerja emiten sawit sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak sawit mentah (CPO) dan faktor global lainnya.
Keputusan RUPST nanti tidak hanya menentukan kebijakan dividen, tetapi juga memberikan gambaran strategi perseroan ke depan. Dengan pergerakan Lo Kheng Hong, pasar mulai mempertimbangkan prospek SIMP sebagai salah satu opsi investasi di sektor perkebunan yang stabil.