Makin Terkonsentrasi: Mahkota Group Resmi Bergabung ke Daftar Emiten HSC dengan Kepemilikan 93,76%

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menambah daftar emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC) setelah menetapkan Mahkota Group (MGRO) sebagai anggota baru. Keputusan tersebut diumumkan pada 29 Mei 2026 berdasarkan data kepemilikan saham pada 26 Mei 2026, di mana sebanyak 93,76 persen saham MGRO dikuasai oleh segelintir investor. Langkah ini menandai konsolidasi kepemilikan yang kian tajam di pasar modal tanah air.

Dengan bergabungnya MGRO, total emiten berstatus HSC kini menjadi 12 perusahaan. Sebelumnya, Transcoal Pacific (TCPI) telah lebih dulu menyandang status serupa dengan konsentrasi kepemilikan mencapai 94,10 persen. Otoritas bursa menegaskan bahwa penetapan status HSC ini tidak serta merta mengindikasikan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal, melainkan sekadar bentuk transparansi atas struktur kepemilikan yang sangat terpusat.

Fenomena konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi ini patut menjadi perhatian investor, terutama dari sisi likuiditas dan risiko tata kelola. Dengan proporsi kepemilikan yang begitu dominan, pergerakan harga saham MGRO dan emiten HSC lainnya berpotensi sangat dipengaruhi oleh keputusan segelintir pemegang saham utama. Hal ini bisa mengurangi daya tarik bagi investor ritel yang lebih mengutamakan diversifikasi dan perlindungan kepentingan minoritas.

Berdasarkan data terkini, daftar emiten dengan konsentrasi kepemilikan tertinggi masih dipimpin oleh ROCK (99,85%), disusul oleh IFSH (99,77%), SOTS (98,35%), AGII (97,75%), BREN (97,31%), MGLV (95,94%), WBSA (95,82%), DSSA (95,76%), LUCY (95,47%), RLCO (95,35%), TCPI (94,10%), dan kini MGRO (93,76%). Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati risiko yang melekat pada emiten dengan struktur kepemilikan semacam ini, termasuk potensi benturan kepentingan dan rendahnya free float yang memengaruhi likuiditas perdagangan.