PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. (JTPE) mengambil langkah strategis dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture) di bidang teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai mesin pertumbuhan baru. Langkah ini diambil di tengah tekanan bisnis yang masih membayangi awal 2026, sekaligus menjadi bagian dari strategi ekspansi anorganik perseroan. Melalui joint venture dengan mitra strategis asal Hong Kong, JTPE mendirikan PT Nusatek Global Solutions yang akan fokus pada pengembangan produk RFID—teknologi yang kian vital untuk sistem identifikasi, pelacakan logistik, dan keamanan produk. Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kapabilitas teknologi serta membuka pasar baru di sektor identifikasi digital yang terus berkembang.
Selain ekspansi, JTPE juga mengumumkan pembagian dividen senilai Rp210 miliar kepada para pemegang saham. Kebijakan ini mencerminkan komitmen perseroan untuk tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif meskipun menghadapi tantangan di kuartal I/2026. Manajemen menyebutkan bahwa kinerja awal tahun sempat tertekan akibat pergeseran jadwal pengadaan produk sekuriti ke kuartal II dan III, serta kenaikan biaya material. Namun, perseroan optimistis mampu membukukan pertumbuhan sepanjang 2026, terutama didorong oleh peningkatan volume penjualan dan bukan dari kenaikan harga jual rata-rata.
Peluang perbaikan mulai terlihat pada paruh kedua 2026, seiring dengan kembali bergulirnya tender pemerintah untuk produk sekuriti. Selain itu, pendapatan juga diyakini akan ditopang oleh proyek biometrik, bisnis kemasan, dan pengembangan produk RFID melalui perusahaan patungan baru. Dengan langkah diversifikasi ini, JTPE berupaya mengurangi ketergantungan pada bisnis percetakan sekuriti konvensional dan beralih ke segmen bernilai tambah tinggi. Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, menegaskan bahwa strategi ini menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan jangka panjang di tengah ketidakpastian pasar.
Dari sisi fundamental, pembentukan joint venture RFID dan dividen besar menunjukkan keseimbangan antara investasi masa depan dan penghargaan kepada pemegang saham. Analis melihat langkah ini positif bagi prospek jangka panjang JTPE, terutama jika teknologi RFID mampu mengakselerasi pendapatan di luar bisnis inti. Namun, investor tetap perlu mencermati realisasi tender pemerintah dan efektivitas eksekusi proyek joint venture sebagai katalis pertumbuhan. Dengan demikian, JTPE berada pada titik strategis untuk menjaga kinerja di tengah tekanan awal tahun dan memanfaatkan momentum pemulihan pada semester kedua.