PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF), emiten yang berada di bawah kendali Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, tengah menyusun aksi korporasi untuk memenuhi ketentuan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai porsi saham publik atau free float minimal 15 persen. Langkah ini menjadi prioritas manajemen seiring dengan tenggat waktu yang diberikan regulator, di mana GOLF termasuk dalam kategori emiten yang mendapat kelonggaran bertahap selama sekitar tiga tahun untuk mencapai target tersebut.
Dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Komisaris Independen GOLF, Royani, mengungkapkan bahwa perseroan masih memiliki waktu yang cukup untuk merealisasikan kewajiban ini. Ia menjelaskan bahwa GOLF berada pada kriteria ketiga, yang memberikan masa transisi hingga tahun 2029 untuk meningkatkan free float secara bertahap. Meski demikian, manajemen belum memutuskan bentuk pasti aksi korporasi yang akan diambil, karena masih mengkaji berbagai alternatif yang tersedia di pasar modal guna memastikan proses penambahan saham publik berjalan efektif dan menguntungkan seluruh pemegang saham.
Di tengah upaya kepatuhan regulasi, kinerja keuangan GOLF pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Pendapatan perseroan pada kuartal I/2026 tercatat naik tipis menjadi Rp28,82 miliar, dibandingkan Rp28,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak signifikan hingga 20,6 persen secara tahunan, mencapai Rp1,59 miliar dari sebelumnya Rp1,32 miliar. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis yang solid.
Dengan struktur kepemilikan yang masih didominasi oleh Hutomo Mandala Putra, langkah penambahan free float diyakini akan meningkatkan likuiditas saham GOLF sekaligus memperkuat kepercayaan investor. Analis pasar melihat bahwa aksi korporasi ini, jika diumumkan secara jelas, dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan saham emiten sektor resort dan golf tersebut. Manajemen berjanji akan mengumumkan rencana final setelah kajian internal selesai, sembari terus memantau kondisi pasar dan regulasi yang berlaku.