Intra Golflink Kaji Opsi Korporasi Demi Penuhi Target Free Float 15% dari BEI

EinsNews, JAKARTA – Emiten milik anak Tommy Soeharto, PT Intra Golflink Resorts Tbk. (GOLF), tengah menyusun strategi korporasi guna memenuhi ketentuan terbaru Bursa Efek Indonesia terkait peningkatan porsi saham publik (free float) hingga 15%. Manajemen masih mengkaji berbagai opsi aksi korporasi yang paling efektif dan menguntungkan bagi perusahaan serta pemegang saham.

Komisaris Independen perseroan menyatakan bahwa GOLF termasuk dalam kriteria emiten yang diberikan waktu sekitar tiga tahun untuk memenuhi kewajiban free float secara bertahap. Saat ini, berbagai alternatif masih dibahas secara internal sebelum keputusan final diambil. “Kami masih memiliki waktu yang cukup panjang sesuai tenggat yang diberikan regulator,” ujarnya.

Struktur kepemilikan saham GOLF per laporan terbaru menunjukkan bahwa PT Bali Pecatu Graha Graham menguasai 88,49%, PT Mandalapratama Permai sebesar 1,15%, dan publik hanya memiliki 10,01%. Dengan demikian, perseroan harus menambah sekitar 5% lagi saham yang beredar di publik untuk mencapai batas minimal free float.

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan GOLF pada kuartal I/2026 tercatat Rp28,82 miliar, naik tipis dari Rp28,45 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 20,6% year-on-year menjadi Rp1,59 miliar. Kontributor utama adalah segmen golf yang meraih Rp22,74 miliar, didorong oleh meningkatnya daya tarik lapangan golf seiring penambahan fasilitas pendukung.

Ke depan, perseroan akan terus menjaga momentum jumlah rounds yang solid di dua lokasi utama, yaitu New Kuta Golf Bali dan Palm Hill Golf Sentul. Dengan fundamental yang semakin kuat dan likuiditas saham yang diharapkan meningkat setelah penyesuaian free float, Intra Golflink optimistis dapat memenuhi target regulator tanpa mengganggu operasional bisnis.