EinsNews, JAKARTA — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk memperluas lini bisnis ke perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kedua yang digelar pada Selasa, 2 Juni 2026, setelah rapat pertama pada 19 Mei gagal mencapai kuorum. Langkah ini menjadi pilar strategis perseroan dalam mendiversifikasi pendapatan di tengah lonjakan kinerja keuangan yang signifikan.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, memaparkan kondisi keuangan yang impresif sebelum rapat memasuki agenda utama. Per kuartal I 2026, total aset perseroan melonjak 648,39% menjadi Rp5,69 triliun dari Rp760,37 miliar pada akhir 2025. Pendapatan neto melesat 3.069% secara tahunan menjadi Rp383,60 miliar, sementara laba bruto naik hampir sembilan kali lipat menjadi Rp45,99 miliar. “Kami optimis tren pertumbuhan ini akan berlanjut hingga akhir tahun,” ujar Arif dalam rapat yang berlangsung di Fairmont Jakarta.
RUPST menyetujui tiga agenda utama yang saling terkait. Pertama, pengesahan laporan studi kelayakan atas penambahan kegiatan usaha KBLI 46523 (Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi) yang disusun oleh KJPP Syarif Endang & Rekan pada 7 April 2026. Kedua, perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar untuk mengakomodasi KBLI tersebut serta menyesuaikan dengan Peraturan BPS No. 7/2025. Ketiga, pemberian kuasa penuh kepada direksi untuk merealisasikan perubahan anggaran dasar. Studi kelayakan menyimpulkan bahwa ekspansi ini layak dari aspek pasar, teknis, model bisnis, dan keuangan, sejalan dengan rencana INET memperkuat posisi di sektor telekomunikasi.
Dari sisi analitis, diversifikasi ke distribusi perangkat telekomunikasi memberikan dampak positif terhadap valuasi INET. Dengan basis aset yang membengkak dan pendapatan yang tumbuh eksponensial, perseroan semakin siap bersaing di ekosistem digital nasional. Ekspansi ini juga berpotensi menarik minat investor institusional yang mencari eksposur ke sektor infrastruktur telekomunikasi. Namun, risiko eksekusi dan ketergantungan terhadap rantai pasok global tetap menjadi perhatian. Secara keseluruhan, langkah INET ini mencerminkan ambisi agresif untuk menjadi pemain utama di segmen distribusi telekomunikasi, sekaligus memperkuat fundamental bisnis jangka panjang.