Imbal Hasil Dividen BBRI Tembus 11,45%, Analis: Lebih Unggul dari SBN Tenor 10 Tahun

Investasi pada saham berfundamental kuat dinilai lebih menguntungkan dibandingkan Surat Berharga Negara (SBN), terutama bagi emiten yang konsisten membagikan dividen tinggi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi contoh nyata, di mana dividend yield-nya secara konsisten melampaui imbal hasil SBN tenor 10 tahun. Sepanjang periode 2023-2025, dividend yield BBRI tercatat berkisar antara 8,2% hingga 9,7%, dan terkini mencapai 11,45%—berdasarkan perbandingan total dividen 2025 sebesar Rp346 per saham terhadap harga saham BBRI di level Rp3.020.

Seorang analis dan pengamat pasar modal senior menilai bahwa penurunan harga saham akibat sentimen global justru membuka peluang bagi investor yang paham untuk mengakumulasi saham BBRI. Dengan dividend yield saat ini yang berada di kisaran 11,45%, imbal hasil tersebut hampir setara bahkan melampaui kupon obligasi korporasi. Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir, yield SBN hanya bergerak di rentang 5,8% hingga 7,6%, sehingga selisih imbal hasil dengan BBRI sangat signifikan.

Ilustrasi sederhana menunjukkan, investasi Rp2 miliar di saham BBRI dengan asumsi dividend yield 11,75% akan menghasilkan pendapatan sekitar Rp235 juta per tahun atau Rp19,6 juta per bulan. Bandingkan jika dana yang sama ditempatkan di SBN tenor 10 tahun dengan yield 6,8%, hanya memberikan return Rp136 juta per tahun atau Rp11,3 juta per bulan—belum termasuk pajak. Perbandingan ini menegaskan superioritas imbal hasil saham dividen tinggi terhadap instrumen pendapatan tetap pemerintah.

Lebih lanjut, analis tersebut menyoroti bahwa benchmark dividend yield di berbagai negara tergolong rendah, seperti Jerman (2,61%), Swiss (3%), Australia (3,62%), China (2,3%), dan Thailand (4,15%). Kondisi ini menjadikan saham BBRI sebagai salah satu pilihan paling atraktif di pasar global. Pada 8 Mei lalu, BRI telah membayarkan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sesuai mandat RUPS Tahunan yang digelar pada April 2026. Investor ritel dan institusi disarankan untuk mempertimbangkan akumulasi saham BBRI sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang guna mengoptimalkan pendapatan pasif.