Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 di zona hijau hari ini, Selasa (2/6/2027). Indeks tercatat naik 91,48 poin atau 1,49% ke level 6.218,86.
Sebanyak 347 saham naik, 338 turun, dan 274 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,81 triliun, melibatkan 16,03 miliar saham dalam 1,53 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp10.938 triliun.
Saham-saham emiten Prajogo Pangestu masih menguasai panggung hingga siang ini. Chandra Asri Pacific (TPIA) dan Barito Pacific (BRPT) menjadi saham dengan nilai transaksi tertinggi, yakni Rp 4,84 triliun dan Rp 2,89 triliun.
Seiring dengan hal tersebut emiten konglomerat Grup Barito tercatat melesat dan menjadi penggerak utama IHSG. Saham CUAN dan BREN tercatat menyentuh batas auto rejection atas (ARA), saham PTRO dan BRPT melesat 5% lebih, serta TPIA menguat 12,04%.
Saham emiten batu bara Grup Sinar Mas (DSSA) yang sempat anjlok nyaris 90% tahun ini, menguat signifikan dan menyentuh ARA. Lalu saham AMMN milik Grup Salim juga lompat 14,85%.
Saham-saham konglomerat lain, dari Grup Bakrie hingga emiten milik Happy Hapsoro tercatat menguat pada perdagangan hari ini.
Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor perdagangan menguat dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh utilitas dan bahan baku. Sektor kesehatan, teknologi, industri, dan konsumer primer tercatat mengalami koreksi.
BREN tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini dengan sumbangsih 27,67 indeks poin, disusul oleh AMMN 16,71 poin dan BBRI 10,98 poin.
Sementara itu, memasuki pekan pertama bulan Juni 2026, pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data makroekonomi utama baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, terdapat beberapa implementasi kebijakan domestik strategis dan dinamika geopolitik global yang patut diperhatikan, termasuk terkait BUMN khusus ekspor.
Mulai 1 Juni 2026, pemerintah menjalankan serangkaian kebijakan baru yang menyasar pengelolaan devisa ekspor dan stabilitas pasar valas. Salah satu yang paling menonjol adalah pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai pengelola mekanisme ekspor satu pintu untuk tiga komoditas strategis, yakni batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy. Ketiga komoditas tersebut menyumbang ekspor senilai US$66,13 miliar pada 2025 atau sekitar 23,4% dari total ekspor nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola sumber daya a… [content truncated]