IHSG Menguat 1,49% di Sesi Pertama, Aksi Jual Asing Terkonsentrasi di Saham Konglomerasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (2/6), dengan kenaikan 1,49% atau setara 91,48 poin ke level 6.218,86. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang fluktuatif, menyentuh level tertinggi di 6.264,26 dan terendah di 6.124,83, menunjukkan tekanan beli yang cukup kuat di tengah optimisme pasar.

Nilai transaksi di pasar reguler tercatat mencapai Rp14,73 triliun, dengan momentum positif didukung oleh dominasi saham yang menguat. Sebanyak 336 saham berhasil mencatat kenaikan, sementara 316 saham melemah dan 164 lainnya stagnan. Kinerja sektoral menjadi pendorong utama, di mana sektor energi memimpin penguatan dengan lonjakan 2,92%, diikuti sektor bahan baku yang naik 2,45%. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang tertekan cukup dalam, dengan pelemahan mencapai 1,98%.

Meskipun IHSG berhasil ditutup di zona hijau, investor asing justru menunjukkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar, mencapai Rp354,23 miliar pada sesi pertama. Aksi jual ini terkonsentrasi pada saham-saham konglomerasi, seperti Astra dan Barito, yang menjadi target utama investor asing. Sementara itu, arus modal asing masuk (net buy) tercatat pada saham emiten di sektor tambang, perbankan, dan konsumer, yang menjadi penopang keseimbangan pasar.

Fenomena ini mencerminkan strategi rotasi portofolio investor asing yang cenderung beralih dari saham-saham dengan kapitalisasi besar di kelompok konglomerasi menuju sektor-sektor yang dianggap lebih prospektif dalam jangka pendek. Perbedaan arah antara penguatan IHSG dan penjualan asing ini mengindikasikan bahwa kenaikan indeks lebih didorong oleh aksi beli investor domestik serta sektor energi dan bahan baku yang sedang dalam tren bullish.