Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2026).
IHSG tercatat menguat pada hari ini di perdagangan perdana Juni 2026. Selasa (2/6), IHSG naik 68,05 poin atau 1,11% menjadi 6.195,43 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebanyak 281 saham naik, 389 saham turun dan 147 saham stagnan. Namun, investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 1,39 triliun di seluruh pasar saat IHSG naik.
Net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 1,37 triliun. Sedangkan net sell asing di pasar tunai dan pasar negosiasi sebesar Rp 20,41 miliar.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan IHSG hari ini didorong oleh sektor energi dan perbankan. Di sisi lain, emiten-emiten konglomerasi juga menguat hari ini.
“Dari global, investor masih mencermati perkembangan Amerika Serikat (AS)-Iran yang masih dalam tahapan negosiasi, serta nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (2/6).
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham-saham perbankan besar dan konglomerasi yang mendorong sentimen positif pasar setelah beberapa hari sebelumnya mengalami tekanan akibat rebalancing MSCI.
Dari sisi domestik, pasar merespons rilis data inflasi Indonesia yang tercatat sebesar 3,08% secara tahunan (YoY) pada Mei 2026. Ini masih berada dalam rentang yang relatif terkendali, sehingga memberikan ruang bagi stabilitas kebijakan moneter.
Selain itu, inflasi bulanan sebesar 0,28% menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat yang masih cukup baik.
“Di sisi lain, surplus neraca dagang April 2026 yang hanya mencapai US$ 89,1 juta atau menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir menunjukkan perlambatan kontribusi sektor eksternal sehingga menjadi sentimen yang membatasi penguatan IHSG,” ujarnya kepada Kontan, Selasa.
Herditya memperkirakan, IHSG pada perdagangan besok (3/6/2026) berpeluang menguat terbatas dengan support di 6.112 dan resistance 6.286.
“Investor akan mencermati data pekerjaan AS dan juga sentimen global seperti Timur Tengah,” paparnya.
Investor pun disarankan Herditya untuk mencermati saham BRPT dengan target harga Rp 2.140 – Rp 2.520 per saham, INCO Rp 5.025 – Rp 5.575 per saham, dan IMPC Rp 2.020 – Rp 2.240 per saham.
Reza memperkirakan, IHSG masih berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan esok. Secara teknikal, area support IHSG besok berada pada kisaran 5.960–6…. [content truncated]