IHSG Bangkit ke 6.195, Saham Terdepak MSCI Justru Jadi Motor Penggerak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, dengan penguatan 68 poin atau 1,11 persen ke level 6.195. Pergerakan yang sempat fluktuatif sepanjang sesi ini justru mendapat momentum dari saham-saham yang sebelumnya tersingkir dari indeks MSCI. Emiten seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi motor utama penguatan, menarik perhatian pelaku pasar yang mulai melakukan rotasi ke sektor berbasis energi dan komoditas.

Volume perdagangan tercatat mencapai 305,8 juta lot dengan nilai transaksi Rp24,67 triliun, menandakan minat beli masih kuat di tengah volatilitas global yang belum mereda. CUAN melanjutkan tren positifnya didorong oleh sentimen ekspansi grup dan prospek produksi batubara jangka panjang, sementara AMRT kembali agresif setelah muncul akumulasi asing pasca perubahan komposisi indeks MSCI. Saham lainnya seperti AMMN, MEDC, SMGR, AKRA, dan BBRI ikut menopang indeks, membuat tekanan dari sektor defensif tertahan.

Sektor energi mencatat penguatan tertinggi dengan kenaikan 1,61 persen, dipimpin oleh saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Rebound ini dipicu oleh perhatian pasar yang kembali terfokus pada pergerakan harga komoditas dan potensi perbaikan margin emiten energi. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi pemberat utama dengan pelemahan 2,26 persen akibat tekanan pada PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA).

Dari kelompok LQ45, tekanan juga terlihat pada PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), serta KLBF. Rotasi ke saham energi dan komoditas mengindikasikan perubahan sentimen pasar yang mulai mengabaikan risiko jangka pendek demi peluang di sektor siklikal.