PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), emiten ritel ponsel dan elektronik terkemuka, resmi memulai aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) pada hari ini, Selasa (2/6). Program buyback ini akan berlangsung hingga 2 September 2026, dengan alokasi dana maksimal mencapai Rp 100 miliar.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke bursa, perseroan menetapkan batas maksimal pembelian sebanyak 797,5 juta lembar saham, atau setara dengan 5% dari total modal disetor. Langkah ini lazim dilakukan perusahaan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar serta memberikan sinyal positif kepada investor mengenai prospek fundamental perseroan.
Dari sisi analisis, aksi buyback ERAA dinilai strategis mengingat valuasi saham yang saat ini mungkin dinilai belum mencerminkan kinerja bisnis. Dengan likuiditas yang solid, program ini juga berpotensi meningkatkan earnings per share (EPS) dan menarik minat investor jangka panjang. Pergerakan harga saham ERAA dalam beberapa waktu ke depan diprediksi akan terpengaruh secara positif oleh pelaksanaan buyback, terutama jika dilakukan secara konsisten di harga yang atraktif.
Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan aksi korporasi ini sebagai katalis positif, sembari tetap memantau faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan prospek industri ritel telekomunikasi yang masih bertumbuh.