Investor senior Lo Kheng Hong kembali menambah porsi kepemilikannya di PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), emiten perkebunan sawit milik Grup Salim. Aksi borong saham ini tercatat dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diperbarui, menunjukkan bahwa portofolio sang investor kini telah melampaui ambang batas 5% kepemilikan di perusahaan tersebut.
Langkah Lo Kheng Hong ini mengindikasikan keyakinan kuat terhadap fundamental emiten sawit di tengah tekanan harga komoditas global. Dengan kepemilikan di atas 5%, statusnya berubah dari investor biasa menjadi pemegang saham signifikan yang wajib melaporkan setiap perubahan kepemilikan. Pasar melihat aksi ini sebagai katalis positif, mengingat reputasi Lo Kheng Hong sebagai value investor yang kerap masuk di harga murah.
Dari sisi bisnis, SIMP memiliki lahan sawit yang luas dan terintegrasi dengan anak usahanya, termasuk PT Indoagri Utama. Meskipun kinerja keuangan sempat tertekan oleh fluktuasi harga minyak sawit mentah (CPO), potensi pemulihan permintaan global serta efisiensi operasional Grup Salim menjadi daya tarik tersendiri. Analis memperkirakan aksi korporasi seperti rights issue atau pembagian dividen dapat menjadi katalis berikutnya.
Kenaikan porsi Lo Kheng Hong juga mencerminkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang sektor perkebunan di Indonesia, terutama dengan kebijakan mandatori biodiesel yang terus mendorong konsumsi domestik. Namun, investor tetap perlu mewaspadai risiko volatilitas harga CPO dan perubahan regulasi ekspor. Pantauan EinsNews, pergerakan saham SIMP dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volume transaksi yang meningkat tajam, sejalan dengan akumulasi yang dilakukan oleh lo Kheng Hong.