JAKARTA – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengimbau jaminan kepastian hukum terkait rencana pemerintah untuk mengelola ekspor sumber daya alam (SDA) melalui satu pintu di bawah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Emiten Prajogo Pangestu ini diketahui memiliki lini bisnis di bidang pertambangan batu bara, baik termal maupun metalurgi, serta emas & perak dan pasir silika, melalui berbagai anak usahanya.
Menyikapi rencana ekspor komoditas satu pintu, CUAN menyatakan belum dapat memberikan proyeksi dampak operasional dan keuangan dari rencana tersebut, karena dokumen dan peraturan terkait belum diterbitkan secara resmi.
Namun, secara umum, CUAN menyatakan berkomitmen untuk mematuhi seluruh kebijakan, regulasi, dan arahan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Di sisi lain, manajemen juga menegaskan pentingnya “detail proses pelaksanaan yang transparan, efisien, efektif, dan terstruktur dengan baik” untuk memastikan kelancaran proses sentralisasi ekspor tersebut.
Mengingat rencana tata kelola ekspor SDA tersebut dapat berdampak luas bagi industri, CUAN mengharapkan kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik guna meminimalkan gangguan terhadap proses yang sudah dan sedang berjalan.
Di sisi lain, manajemen meyakini bahwa eksekusi yang matang dapat menjadi “landasan yang solid dan proses transisi yang baik” bagi transaksi ekspor SDA di masa mendatang.
“Hal penting yang menurut kami perlu dijalankan dengan konsisten adalah: adanya jaminan kepastian hukum dan penegakkan hukum yang terukur, konsisten, jelas, tegas, dan transparan,” tegas Michael, Direktur Utama CUAN, dalam surat yang disampaikan pada Bursa Efek Indonesia, Jumat (29/5).
Menurut Michael, kepastian hukum tersebut penting untuk menjaga kepercayaan investor domestik maupun global, termasuk konsumen global SDA dari Indonesia.
“Jika keseluruhan proses berjalan dengan baik, kami meyakini bahwa dalam jangka panjang, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan posisi tawar ekspor batubara nasional, meningkatkan pendapatan negara dari devisa hasil ekspor, serta memberikan stabilitas yang lebih baik terhadap harga jual,” imbuhnya.
Ke depan, Michael menyatakan bahwa CUAN akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan regulator, asosiasi industri, pelanggan, kreditur, dan pihak-pihak terkait, agar proses transisi kebijakan dapat berjalan lancar, tanpa gangguan berarti terhadap kegiatan usahanya.
Sebagai catatan, hingga kuartal I 2026, CUAN membukukan pendapatan dari penjualan batu bara m… [content truncated]