EinsNews, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tetap menjadi primadona di antara saham perbankan meskipun imbal hasil dividennya masih kalah bersaing dengan Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun. Para analis menilai bahwa daya tarik utama BBCA tidak semata-mata terletak pada besaran dividen, melainkan pada kualitas fundamental bisnis yang solid, konsistensi pertumbuhan laba, serta potensi capital gain yang signifikan dalam jangka panjang.
Menurut analis dari Panin Sekuritas, Elandry Pratama, dividend yield BBCA untuk tahun 2026 diperkirakan berada di kisaran 5,1% hingga 5,8%, lebih rendah dibandingkan yield SBN tenor 10 tahun yang saat ini mencapai 6,7%-6,8%. Meskipun demikian, investor institusional dan ritel yang berorientasi jangka panjang cenderung memilih BBCA karena kekuatan model bisnis, kualitas aset yang terjaga, serta rekam jejak pertumbuhan kinerja yang stabil. “Yang menjadi pertimbangan utama investor adalah total return, bukan hanya dividend yield. BBCA memiliki kualitas bisnis yang sangat baik dan potensi capital gain yang menarik,” ujar Elandry.
Lebih lanjut, Elandry menilai bahwa valuasi BBCA pada level harga saat ini sudah jauh lebih menarik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Hal ini membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai mengakumulasi saham emiten perbankan terbesar di Indonesia tersebut. Dengan fundamental yang solid, pertumbuhan laba yang konsisten, serta valuasi yang semakin kompetitif, BBCA tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mengincar pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang. Rekomendasi “buy” pun diberikan dengan potensi cuan mencapai 41%.
Dari sisi kinerja, fundamental BCA tetap solid. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun sepanjang tahun 2025, meningkat 4,9% dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp54,8 triliun. Pengamat pasar modal Rendy Yefta menambahkan bahwa koreksi harga saham BBCA sejak awal tahun 2026 justru membuka peluang bagi investor jangka panjang. Menurutnya, dengan struktur permodalan yang kuat dan rasio kredit bermasalah yang rendah, BBCA masih memiliki prospek positif sebagai salah satu saham pilihan utama di sektor perbankan.