Dividen SRTG Cair Hari Ini: Investor Raup Rp10.330 per Lot, Yield Tembus 6,28%

Pembayaran dividen saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) resmi dilakukan hari ini, Selasa (2/6). Berdasarkan pengumuman resmi, emiten milik Sandiaga Uno ini membagikan dividen sebesar Rp103,3 per saham, setara Rp10.330 per lot. Total dana yang dibagikan mencapai sekitar Rp1,4 triliun, berasal dari laba tahun buku 2025. Dengan harga saham pada cum date di Rp1.645, yield dividen SRTG mencapai 6,28%, atau lebih dari tiga kali lipat bunga deposito perbankan yang berkisar 2%-3%.

Kinerja impresif SRTG sepanjang 2025 menjadi motor utama pembagian dividen besar ini. Perusahaan mencatat laba bersih Rp7,33 triliun, melonjak 121,11% secara tahunan dibandingkan Rp3,31 triliun pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh keuntungan investasi yang signifikan, terutama dari kenaikan nilai wajar saham portofolio dan monetisasi aset. Sepanjang tahun lalu, SRTG membukukan keuntungan investasi saham dan efek lain sebesar Rp4,13 triliun, naik 180,05% dari Rp1,47 triliun tahun sebelumnya.

Portofolio investasi SRTG didominasi oleh saham-saham blue chip di bursa. Hingga akhir 2025, total investasi di saham unggulan mencapai Rp48,03 triliun, naik dari Rp44,99 triliun. Kepemilikan utama meliputi 9,73% saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) senilai Rp5,68 triliun, 19,73% saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp10,8 triliun, serta 4% saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) senilai Rp2,12 triliun. Selain itu, SRTG juga menggenggam 4,38% saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan nilai wajar Rp2,33 triliun.

Analis pasar modal menilai lonjakan laba SRTG tidak terlepas dari kenaikan nilai wajar portofolio dan monetisasi aset yang tepat waktu. Pergerakan harga saham emiten portofolio seperti MDKA dan TBIG yang moncer sepanjang 2025 turut menyokong kinerja induk perusahaan. Dengan dividen yield yang menarik dan fundamental kuat, saham SRTG tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang mengincar pendapatan pasif dan apresiasi modal jangka panjang.