Langkah ekspansi PT VCI Global ke sektor kehutanan Indonesia menuai respons negatif dari pasar. Harga saham perusahaan yang terdaftar di bursa global itu ambles drastis tak lama setelah pengumuman akuisisi lahan hutan tropis di Kalimantan Timur. Para pelaku pasar menilai langkah ini terlalu berisiko mengingat ketidakpastian regulasi lingkungan hidup di Indonesia serta potensi gejolak sosial yang bisa mengganggu operasional.
Analis sektor kehutanan mencatat bahwa valuasi lahan yang diakuisisi mungkin tidak sebanding dengan ekspektasi pendapatan jangka pendek. Selain itu, sentimen negatif global terhadap perusahaan yang berinvestasi di sektor sumber daya alam yang rawan deforestasi juga memperkuat tekanan jual. Indeks saham sektor kehutanan global sempat tertekan menyusul berita ini, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak reputasi dan regulasi.
Manajemen VCI Global belum merilis pernyataan resmi mengenai aksi jual besar-besaran ini. Namun, sumber internal menyebut bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan strategi diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan sebagai langkah antisipasi. Pengamat pasar memperkirakan volatilitas saham VCI Global masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika regulator lingkungan Indonesia melakukan investigasi lebih lanjut terkait akuisisi tersebut.
Dalam konteks pasar saham domestik, aksi korporasi VCI Global menjadi pengingat akan pentingnya uji tuntas terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebelum melakukan investasi besar. Investor disarankan untuk mencermati prospek pendapatan perusahaan dari sektor kehutanan serta kebijakan pemerintah Indonesia terkait moratorium izin baru di lahan hutan primer.