HPA, perusahaan agribisnis terintegrasi, mengumumkan pembagian sisa dividen tunai untuk tahun fiskal 2025 senilai hampir 600 miliar VND (setara dengan sekitar Rp375 miliar) atau 21% dari modal dasar. Pembayaran ini akan diterima oleh 2.383 pemegang saham, terdiri dari 20 organisasi dan 2.363 individu, dengan daftar pemegang saham yang ditetapkan pada 19 Mei 2026. Jumlah pemegang saham saat ini tercatat 2,5 kali lebih besar dibandingkan sebelum saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Ho Chi Minh (HOSE) pada 6 Februari 2026, meningkat dari 965 orang menjadi lebih dari 2.300 orang dalam waktu singkat.
Secara kumulatif, total dividen tunai yang dibagikan HPA untuk tahun 2025 mencapai 56,46% dari modal dasar, atau setara dengan hampir 947 miliar VND. Pembayaran dividen ini dilakukan secara tunai penuh, menandakan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham. Pemegang saham yang telah menyetorkan dana akan menerima pembayaran melalui rekening di perusahaan efek, sementara pemegang saham lainnya dapat menerima pembayaran langsung mulai 3 Juni 2026 setelah menyelesaikan prosedur yang ditentukan.
HPA beroperasi dengan model siklus tertutup di sektor pertanian, mulai dari bibit ternak, pakan, hingga peternakan. Perusahaan memegang posisi nomor satu dalam impor dan penggemukan sapi Australia di Vietnam, memimpin pangsa pasar telur ayam bersih di wilayah Utara dengan produksi hampir satu juta butir per hari, dan termasuk dalam 10 peternak babi skala industri terbesar nasional. Pada tahun 2025, segmen peternakan babi menjadi kontributor utama, menyumbang 41% pendapatan dan 67% laba setelah pajak perusahaan.
Kinerja HPA pada kuartal pertama tahun 2026 mencatatkan pendapatan sebesar 1.813 miliar VND dan laba setelah pajak 345 miliar VND, mencapai 34,3% dari target laba setahun penuh. Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan pendapatan 7.200 miliar VND dan laba setelah pajak 1.005 miliar VND. Dalam rencana jangka panjang hingga 2030, HPA membidik pendapatan melampaui 12 triliun VND, laba setelah pajak sekitar 1,75 triliun VND, dan pengembalian ekuitas (ROE) di atas 20%. Ekspansi akan didorong oleh peningkatan populasi induk babi menjadi lebih dari 30.000 ekor (produksi tahunan 900.000 ekor babi komersial), pembangunan pabrik pakan ketiga berkapasitas 300.000 ton/tahun, serta peningkatan populasi sapi Australia menjadi 73.000 ekor. HPA diperkirakan akan kembali membagikan sebagian dividen tahun 2026 pada kuartal mendatang.