Stabilitas Penjualan dan Aksi Korporasi Jadi Kunci PTMR Hadapi Tekanan Operasional

PT Master Print Tbk (PTMR) memproyeksikan kinerja penjualan tetap stabil pada tahun 2026, di tengah langkah efisiensi operasional dan penyesuaian strategi usaha. Perseroan juga tengah mematangkan sejumlah aksi korporasi yang mencakup akuisisi hingga divestasi, sebagai upaya menjaga keberlangsungan bisnis di tengah dinamika ekonomi dan industri yang terus berkembang.

Sepanjang 2025, PTMR mencatatkan pendapatan sebesar Rp127,11 miliar atau turun tipis 1,33% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi pelemahan penjualan pada segmen consumables. Meski demikian, perseroan masih mampu mempertahankan laba bruto sebesar Rp33,6 miliar yang mencerminkan aktivitas usaha inti tetap berjalan. Namun, PTMR membukukan rugi usaha sebesar Rp27,81 miliar serta rugi bersih tahun berjalan sebelum dampak penyesuaian transaksi entitas sepengendali sebesar Rp26,04 miliar. Direktur Utama Master Print, Ardi Kusuma, menjelaskan bahwa tekanan terhadap kinerja operasional berasal dari beban usaha dan faktor eksternal lainnya.

Untuk merespons kondisi tersebut, PTMR melakukan berbagai langkah penyesuaian secara bertahap, mulai dari pengendalian biaya, peningkatan efisiensi operasional, hingga memperkuat fokus pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan. Pada 2026, perseroan menargetkan stabilitas operasional melalui pengelolaan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien. Penguatan pengendalian operasional, optimalisasi sumber daya, serta peningkatan koordinasi kerja menjadi prioritas agar aktivitas usaha berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.

Selain itu, PTMR akan menyesuaikan strategi usaha dengan perkembangan kebutuhan pasar dan perilaku pelanggan. Ardi menambahkan bahwa langkah ini dilakukan agar perseroan tetap relevan, kompetitif, serta mampu merespons perubahan kondisi industri dan dinamika perdagangan secara lebih adaptif. Dengan kombinasi efisiensi internal dan aksi korporasi strategis, PTMR optimistis dapat menjaga keberlangsungan usaha jangka panjang.