Saham Komputasi Kuantum Melonjak Antisipasi Tonggak Komersial 2026

Sektor saham komputasi kuantum kembali menjadi pusat perhatian investor setelah CEO IBM, Arvind Krishna, memproyeksikan bahwa tonggak komersial pertama, yang dikenal sebagai quantum advantage, akan tercapai pada 2026. Quantum advantage merujuk pada momen ketika komputer kuantum mampu menyelesaikan masalah bisnis secara signifikan lebih cepat dibandingkan komputer klasik tercepat. Pernyataan ini memicu ekspektasi re-rating valuasi di seluruh sektor, mendorong perpindahan modal ke emiten pure-play seperti IonQ dan Rigetti.

IonQ (IONQ) menggunakan teknologi trapped-ion yang mendinginkan partikel individu dengan laser, bukan seluruh ruang server, menghasilkan akurasi industri terdepan dengan hanya satu kesalahan per 10.000 kalkulasi. Perusahaan telah merilis cetak biru mesin 10.000 qubit sebagai target jangka menengah. Pendapatan kuartal pertama 2026 melonjak 755% year-on-year menjadi $64,7 juta, sementara kewajiban kinerja sisa naik 554% menjadi $470 juta. Manajemen memproyeksikan pendapatan setahun penuh antara $260-270 juta, dengan kerugian EBITDA disesuaikan sebesar $96,8 juta dan kas $3,1 miliar. Saham diperdagangkan di sekitar $69 dengan kapitalisasi pasar $27 miliar, setara dengan 120 kali trailing sales.

Sementara itu, Rigetti (RGTI) mengandalkan pendekatan superkonduktor serupa Google dan IBM. Perusahaan baru meluncurkan sistem 108-qubit Cepheus-1-108Q dan mengamankan $100 juta dari paket investasi kuantum pemerintah AS senilai $2 miliar. Pendapatan kuartal terakhir tercatat $4,4 juta, naik tiga kali lipat dari $1,5 juta pada kuartal sebelumnya. Rigetti memiliki kas $400 juta dengan arus kas bebas negatif sekitar $20 juta per kuartal, memberikan runway operasional jangka menengah. Saham diperdagangkan pada $25,05, dengan rentang 52 minggu $10,30 hingga $58,15, dan rasio price-to-sales ekstrem mencapai 900x.

Valuasi tinggi ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan eksponensial, namun juga membawa risiko koreksi tajam jika katalis komersial tertunda. IonQ sendiri mengingatkan bahwa komersialisasi penuh masih membutuhkan waktu lima hingga sepuluh tahun lagi, menekankan pentingnya eksekusi multi-tahun. Investor perlu memantau perkembangan teknologi dan pendanaan pemerintah sebagai indikator utama momentum sektor ini.