Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 345,97% dibandingkan realisasi tahun buku 2024. Kenaikan signifikan ini mencerminkan peran strategis PTDI sebagai ujung tombak industri dirgantara nasional dalam mendukung kemandirian pertahanan negara, memperkuat ekosistem dirgantara, serta menyediakan solusi teknologi berdaya saing global, baik untuk segmen militer maupun nonmiliter.
Selain capaian finansial, PTDI juga berhasil membukukan skor Key Performance Indicator (KPI) sebesar 100,65 dari target 100. Pencapaian ini didorong oleh penguatan indikator nilai ekonomi dan sosial, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, serta pengembangan talenta dan sumber daya manusia unggul di sektor dirgantara. Kinerja positif ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk terus beradaptasi dan bersaing di pasar global.
RUPS juga menyetujui perubahan susunan direksi sebagai bagian dari penyempurnaan struktur organisasi. Jabatan Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan diubah menjadi Direktur Niaga & Pengembangan yang dijabat Moh. Arif Faisal. Sementara itu, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM berubah menjadi Direktur Keuangan & SDM yang dipegang Dhias Widhiyati. Posisi baru Direktur Teknologi & Manajemen Risiko diisi oleh Ony Arifianto. Langkah ini diambil untuk memperkuat fokus perusahaan dalam pengembangan bisnis, penguasaan teknologi, dan pengelolaan risiko di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, RUPS menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris. Bagus Puruhito diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama menggantikan Bonar H. Hutagaol, dan Erwin Dimas ditunjuk sebagai Komisaris. Restrukturisasi kepemimpinan ini diharapkan dapat mendukung arah pengembangan perusahaan ke depan, sejalan dengan target PTDI untuk menjadi industri strategis nasional yang adaptif, kompetitif, dan berbasis penguasaan teknologi tinggi.