Penguatan Saham MDKA dan EMAS Didorong Sentimen Aksi Korporasi

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama mengatakan penguatan MDKA dan EMAS dalam dua hari terakhir memang lebih banyak didorong sentimen aksi korporasi dan ekspektasi market terhadap ekspansi bisnis kedepannya.

Untuk MDKA, pasar cukup positif melihat rencana private placement jumbo karena dianggap bisa memperkuat pendanaan ekspansi dan pengembangan proyek hilirisasi mereka.

Selain itu kabar dual listing EMAS di Hongkong juga jadi sentimen positif karena membuka peluang exposure ke investor global dan potensi rerating valuasi.

Menakar Dampak Pidato Ekonomi Prabowo di Rapat Paripurna DPR terhadap IHSG

Arah IHSG bergantung pada pidato Presiden Prabowo hari ini. Akankah pasar menemukan titik stabilisasi atau justru kembali kehilangan arah?

4 BPR Merger Hasilkan Bank Beraset Rp 1,04 Triliun

“Jadi market melihat ada peluang pertumbuhan yang lebih besar ke depan,” kata Elandry kepada Kontan, Senin (25/5/2026).

Untuk prospek jangka menengah hingga panjang, Elandry melihat keduanya masih cukup menarik selama realisasi aksi korporasi berjalan sesuai rencana.

MDKA masih punya daya tarik dari bisnis nikel, tembaga, dan ekosistem mobil listrik, sementara EMAS bisa mendapat tambahan katalis jika dual listing benar-benar terealisasi dengan baik. Tapi tetap perlu diperhatikan risiko dilusi dari private placement dan volatilitas harga komoditas global.

Untuk investor, penting memerhatikan pada momentum namun tetap disiplin manajemen risiko karena saham berbasis sentimen biasanya pergerakannya cukup cepat. Investor jangka pendek bisa trading mengikuti trend, sedangkan investor jangka panjang sebaiknya menunggu kepastian realisasi ekspansi dan dampaknya ke kinerja perusahaan.

Secara pergerakan saham, momentum keduanya masih cukup kuat selama volume transaksi tetap terjaga. Untuk MDKA ada potensi ke area Rp 3.400–Rp 3.700, sementara EMAS berpeluang ke kisaran Rp 7.800–Rp 8.200 dalam jangka menengah.

“Investor tetap perlu waspadai profit taking setelah kenaikan yang cukup agresif,” tutupnya.