EinsNews, JAKARTA — Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) masih terpaku di level Rp50 per saham sejak awal Mei lalu, tanpa menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Stagnasi ini justru menarik perhatian MSCI, penyedia indeks global, yang kini tengah mempertimbangkan kelayakan saham tersebut untuk masuk dalam portofolio indeks mereka. Jika terealisasi, masuknya GOTO ke dalam indeks MSCI berpotensi menjadi katalis baru yang mampu mengerek harga saham keluar dari zona “gocap” (Rp50) yang sudah lama membelenggu.
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap GOTO masih cukup berat. Meskipun perseroan telah menunjukkan perbaikan margin dan efisiensi biaya, sentimen pasar terhadap saham teknologi di Indonesia masih mixed. Belum lagi tantangan persaingan di sektor e-commerce dan on-demand services yang semakin ketat. Namun, investor mulai melirik potensi arus dana asing yang bisa masuk jika indeks MSCI resmi mengakomodasi GOTO. Aliran dana pasif dari exchange-traded fund (ETF) global biasanya akan langsung memburu saham-saham yang baru masuk dalam indeks acuan.
Di sisi lain, pergerakan saham GOTO yang sudah menyentuh batas bawah (auto reject bawah) secara berulang membuatnya sulit turun lebih lanjut, namun juga belum memiliki dorongan kuat untuk naik. Analis menilai bahwa untuk benar-benar lepas dari level gocap, diperlukan katalis fundamental yang lebih solid, seperti pencapaian EBITDA positif secara berkelanjutan atau adanya aksi korporasi strategis.
Ke depannya, publikasi laporan keuangan kuartal II-2025 akan menjadi momen krusial. Jika GOTO mampu menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang lebih baik dan jalur menuju profitabilitas yang lebih jelas, maka ekspektasi pasar bisa berbalik positif. Investor kini menanti apakah MSCI akan mengambil keputusan yang memberikan angin segar bagi saham yang sempat menjadi primadona bursa saham tanah air ini.