IHSG Rawan Koreksi Jelang Rilis Inflasi, Saham DEWA hingga ANTM Jadi Sorotan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6), di tengah antisipasi pasar terhadap rilis data inflasi Mei 2026 serta proyeksi surplus neraca perdagangan April yang diperkirakan anjlok. Tekanan ini diperkuat oleh ketidakpastian global yang masih membayangi sentimen investor.

Dari dalam negeri, fokus utama pelaku pasar tertuju pada data inflasi yang akan memberikan gambaran mengenai daya beli masyarakat dan arah kebijakan moneter ke depan. Selain itu, implementasi tahap awal kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga menjadi katalis yang dicermati, karena berpotensi mempengaruhi likuiditas valas domestik.

Sementara dari eksternal, eskalasi konflik di Timur Tengah terus menjadi perhatian utama. Geopolitik yang memanas berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global dan mengalihkan aliran modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga diperkirakan tetap menjadi variabel kunci yang mempengaruhi sentimen pasar saham hari ini.

Analis teknikal memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.071 dan resistance 6.161, dengan kecenderungan rawan koreksi. Sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati investor ritel, antara lain PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan target harga Rp384–Rp412, PT United Tractors Tbk (UNTR) di rentang Rp24.225–Rp25.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan target Rp1.805–Rp2.000, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang dinilai memiliki prospek menarik di tengah volatilitas pasar.