EinsNews, JAKARTA – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai hingga Rp 100 miliar. Langkah ini menjadi sinyal kuat kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar ritel dan distribusi perangkat telekomunikasi. Buyback tersebut akan dilakukan secara bertahap dalam periode tiga bulan, mulai 2 Juni hingga 2 September 2026, dengan jumlah saham maksimal 797,5 juta lembar atau setara 5% dari total saham beredar.
Dalam pelaksanaannya, perseroan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai mitra pelaksana. Keputusan ini menunjukkan keseriusan Erajaya dalam mengelola struktur modal sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Manajemen menegaskan bahwa buyback tidak akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan, mengingat arus kas dan modal internal dinilai cukup untuk mendukung operasional bisnis.
“Pembelian saham kembali akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Direksi, sesuai regulasi yang berlaku,” ungkap manajemen ERAA. Sebelumnya, hingga 27 April 2026, perusahaan telah merealisasikan buyback sebanyak 224,55 juta saham. Kebijakan ini kerap direspon positif oleh pelaku pasar karena dapat menopang harga saham dan mengurangi jumlah saham beredar, sehingga berpotensi meningkatkan laba per saham (EPS) ke depan.
Dari sisi analisis, aksi korporasi ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis Erajaya, terutama di tengah ekspansi jaringan ritel dan distribusi perangkat seluler. Meskipun beban operasional dan persaingan di industri ritel elektronik masih tinggi, buyback dapat menjadi katalis jangka pendek yang memperkuat sentimen investor. Para analis akan mencermati realisasi harga beli dan dampaknya terhadap likuiditas saham ERAA di bursa.
Ke depan, pasar akan memantau apakah strategi ini mampu mengerek harga saham ERAA yang sempat tertekan oleh kondisi makro. Dengan eksekusi buyback yang disiplin dan didukung kas internal yang memadai, langkah ini berpotensi menjadi tameng volatilitas sekaligus membuka peluang apresiasi nilai bagi pemegang saham jangka panjang.