PT Pinago Utama Tbk (PNGO), emiten yang bergerak di sektor barang konsumen primer, telah mengumumkan bahwa 98,26% dari total sahamnya, yaitu sebanyak 767.664.900 lembar, telah dialihkan kepada AEP Nusantara Holdings Limited. Perubahan ini menandai beralihnya pengendalian perusahaan kepada AEP Nusantara, yang sebelumnya tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PNGO baik dalam kepemilikan saham, kepengurusan, maupun hubungan keluarga.
Transaksi akuisisi ini terdiri dari dua bagian. Pertama, sebanyak 589.865.100 saham atau 75,50% dari total saham ditempatkan dan disetor dipindahtangankan antara pemegang saham. Kedua, penjualan 177.799.800 saham atau 22,76% dari total saham yang dimiliki oleh Wilson Sutantio. Menurut Sekretaris Perusahaan, Wandy, perubahan ini dipastikan tidak akan berdampak negatif terhadap operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha PNGO.
Sebagai pengendali baru, AEP Nusantara Holdings Limited akan menjalankan kewajiban penawaran tender wajib sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9 Tahun 2018 mengenai pengambilalihan perusahaan terbuka. Hal ini menunjukkan komitmen AEP untuk mematuhi regulasi yang berlaku di pasar modal Indonesia.
Di pasar saham, setelah pengumuman akuisisi, harga saham PNGO mengalami penguatan sebesar 3,36%, bergerak ke level Rp4.000 per lembar. Kapitalisasi pasar PNGO kini mencapai Rp3,11 triliun, didukung oleh volume transaksi sebanyak 335.700 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,43 miliar dalam frekuensi transaksi sebanyak 753 kali. Pergerakan positif ini mencerminkan respons pasar yang optimis terhadap akuisisi oleh AEP Nusantara.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** AEP Nusantara Holdings Limited, PNGO
* **Sentimen Negatif:** –