Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pemulihan yang mulai terjadi di pasar saham domestik menjadi sinyal positif di tengah tekanan yang sebelumnya melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Di tengah volatilitas pasar yang dipicu sentimen global, regulator menilai kebijakan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kepercayaan investor.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pergerakan pasar Indonesia perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas karena sejumlah bursa regional juga mengalami tekanan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, koreksi yang terjadi di pasar domestik tidak terlepas dari gejolak global. Bahkan, sejumlah pasar saham di kawasan Asia mengalami penurunan yang lebih dalam, termasuk bursa Korea Selatan yang sempat menghentikan perdagangan sementara (trading halt) setelah mengalami pelemahan tajam.
Friderica menyebut sejumlah kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan investor mulai mendapatkan penjelasan sehingga membantu mengembalikan optimisme pasar. Kondisi tersebut tecermin dari penguatan indeks yang terjadi setelah tekanan cukup dalam pada perdagangan sebelumnya.
“Hari ini alhamdulillah rebound dan kita lihat juga beberapa hal yang kemudian menjadi pertanyaan dari investor sudah disampaikan,” ujar Friderica di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia menambahkan, seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang terdiri atas Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), terus berkoordinasi erat untuk mencermati perkembangan ekonomi dan pasar keuangan.
Dalam konteks tersebut, OJK menilai upaya menjaga stabilitas pasar tidak hanya bergantung pada kebijakan moneter dan fiskal, tetapi juga memerlukan dukungan kebijakan di sektor pasar modal guna menjaga sentimen investor.
Salah satu langkah yang dinilai berpotensi mendukung pemulihan pasar adalah pelaksanaan buyback saham tanpa persetujuan RUPS. Kebijakan ini memungkinkan emiten melakukan pembelian kembali saham secara lebih cepat ketika pasar mengalami tekanan.
Friderica menegaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan fasilitas yang telah dimungkinkan dalam kondisi tertentu untuk membantu menjaga stabilitas harga saham di pasar.
“Saat ini dimungkinkan untuk mereka bisa melakukan buyback tanpa RUPS.”
Menurutnya, wacana implementasi buyback tanpa RUPS yang mulai mengemuka da… [content truncated]












Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *