Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None,
Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
SpaceX dijadwalkan melantai di Nasdaq dengan kode saham SPCX pada 12 Juni 2026, menargetkan valuasi sebesar US$1,75 triliun dan penghimpunan dana hingga US$75 miliar. Jika harga penawaran sesuai dengan ekspektasi pasar, pencatatan ini akan menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar saham global, melampaui rekor Saudi Aramco pada tahun 2019 lebih dari 2,5 kali lipat.
Meski sebagian besar perhatian investor tertuju pada pencatatan saham SpaceX itu sendiri, peluang yang lebih menarik bagi trader justru dapat muncul dari pergerakan saham-saham yang berada dalam ekosistem bisnis dan rantai pasokan perusahaan tersebut.
Euforia menjelang IPO SpaceX telah mengangkat hampir seluruh saham antariksa yang diperdagangkan secara publik selama dua bulan terakhir. Namun, tanda-tanda rotasi modal mulai terlihat. Virgin Galactic (SPCE) sempat mencapai level tertinggi 52 minggu di US$8,90, naik lebih dari 300% dari titik terendah tahun 2026, sebelum akhirnya berbalik tajam ke bawah US$4,40. Sementara itu, AST SpaceMobile (ASTS) anjlok hampir 21% hanya dalam dua sesi perdagangan setelah sebelumnya melonjak 107%.
Pola ini mencerminkan fenomena klasik pasar modal, yaitu strategi “buy the rumor, sell the news”. Investor ritel menggunakan saham-saham antariksa sebagai proxy untuk memperoleh eksposur terhadap SpaceX. Namun, ketika tanggal pencatatan semakin dekat, sebagian investor mulai mengalihkan modal mereka keluar dari saham-saham tersebut. Dari sisi fundamental, Virgin Galactic hanya membukukan pendapatan sekitar US$227.000 per kuartal dengan rugi bersih mencapai US$65 juta. Hal ini menunjukkan bahwa reli lebih dari 300% yang terjadi hampir sepenuhnya didorong oleh sentimen pasar. Setelah SPCX resmi diperdagangkan, daya tarik saham-saham proxy kemungkinan akan berkurang, sehingga perusahaan yang memiliki kinerja keuangan kuat akan mulai terpisah dari saham yang hanya mengandalkan euforia pasar.
Sementara pasar fokus pada perusahaan roket dan eksplorasi luar angkasa, penerima manfaat yang kurang diperhatikan justru berasal dari perusahaan pemasok komponen inti. L3Harris Technologies (LHX) menjadi salah satu dari hanya dua perusahaan di Amerika Serikat yang memproduksi mesin roket setelah mengakuisisi Aerojet Rocketdyne pada tahun 2023. Posisi ini menjadikan L3Harris sebagai bagian penting dalam rantai pasokan peluncuran antariksa Amerika Serikat. Northrop Grumman (NOC) memproduksi solid rocket booster untuk Space Launch System milik NASA dan mengoperasikan pesawat kargo Cyg… [content truncated]











Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *