PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai total Rp32,6 miliar untuk tahun buku 2024. Langkah ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham di tengah tekanan margin dan persaingan ketat di industri konstruksi infrastruktur nasional. Keputusan pembagian dividen tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai total Rp32,6 miliar untuk tahun buku 2024. Langkah ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil langsung kepada pemegang saham di tengah tekanan margin dan persaingan ketat di industri konstruksi infrastruktur nasional.
Keputusan pembagian dividen tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang baru saja digelar. Dengan jumlah saham beredar sekitar 16,3 miliar lembar, dividen per saham yang dibagikan setara dengan Rp2 per lembar. Meski nilai ini relatif moderat, kebijakan dividen tetap dianggap sebagai sinyal positif atas kesehatan arus kas dan profitabilitas perseroan.
Dari sisi fundamental, JKON mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,9 triliun sepanjang tahun lalu, tumbuh tipis 2% dibandingkan periode sebelumnya. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp142,8 miliar, naik 8% secara tahunan. Pertumbuhan laba ini terutama didorong oleh efisiensi biaya proyek dan penyelesaian beberapa kontrak infrastruktur strategis di Pulau Jawa.
Analis menilai pembagian dividen JKON menunjukkan disiplin manajemen dalam mengelola alokasi modal. Di tengah kekhawatiran perlambatan belanja modal pemerintah pasca-pemilu, langkah ini dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah perusahaan. Jika dikonversi ke yield, dividen tersebut setara dengan sekitar 0,9% dari harga saham terkini, yang masih kompetitif dibandingkan emiten konstruksi lain di bursa.
Ke depan, sentimen positif terhadap JKON juga ditopang oleh portofolio kontrak baru yang masih solid, terutama di sektor bangunan komersial dan proyek energi terbarukan. Dengan rasio utang terhadap ekuitas yang terjaga di bawah 0,6 kali, perseroan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk tetap membagikan dividen rutin sambil mempertahankan belanja modal untuk ekspansi.










Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *