Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,52% ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin, dipicu aksi jual besar-besaran investor asing yang mencatatkan penjualan bersih Rp587,21 miliar di pasar reguler. Tekanan terbesar datang dari saham berkapitalisasi besar seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,52% ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin, dipicu aksi jual besar-besaran investor asing yang mencatatkan penjualan bersih Rp587,21 miliar di pasar reguler. Tekanan terbesar datang dari saham berkapitalisasi besar seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang menggagalkan upaya penguatan saham PT Surya Multi Investama Tbk (SMMA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN). Seluruh sektor saham terkoreksi, dengan sektor industri menjadi yang paling dalam (-6,39%). Pelemahan rupiah di kisaran Rp18.177 per dolar AS serta ketegangan geopolitik Iran-Israel turut menambah sentimen negatif di pasar domestik.
Di tengah tekanan tersebut, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengumumkan rencana penambahan modal melalui private placement sebanyak 218,31 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1.550 per saham. Aksi ini berpotensi menghimpun dana sekitar Rp338,38 miliar, yang seluruhnya akan diambil oleh Bakrie Kalila Investment (BKI), pihak terafiliasi dengan ENRG. Setelah penyelesaian, jumlah saham beredar perseroan meningkat menjadi 26,56 miliar saham dengan modal disetor Rp6,95 triliun. Distribusi saham hasil private placement dijadwalkan pada 12 Juni 2026, dan hasil pelaksanaannya akan diumumkan pada 18 Juni 2026.
Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melaporkan tambahan sumber daya mineral dari Prospek Kolokoa melalui publikasi maiden Mineral Resource Estimate (MRE). Berdasarkan estimasi per 1 Juni 2026, area tersebut memiliki sumber daya mineral 42 juta ton dengan kadar rata-rata 0,33 gram emas per ton, setara dengan sekitar 445 ribu ons emas. Penemuan ini mendorong peningkatan total inventaris sumber daya emas perseroan, memperkuat prospek produksi jangka panjang di tengah volatilitas harga emas global.
Kondisi pasar yang tertekan juga tercermin pada ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia yang masing-masing turun 3,83% dan 5,77%. Para analis memperingatkan bahwa kelanjutan arus keluar dana asing dapat menambah beban IHSG dalam jangka pendek, meskipun aksi korporasi seperti dividen TLKM, private placement ENRG, serta eksplorasi MDKA memberikan katalis positif bagi investor yang berorientasi jangka panjang.










Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *