EinsNews, JAKARTA — Saham PT Astra International Tbk (ASII) kembali tertekan pada perdagangan Senin (8/6), terkoreksi 4,60% ke level Rp4.360. Meski demikian, di balik pelemahan tersebut, investor asing justru mulai melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp10,78 miliar, setelah sebelumnya terus mencatatkan net sell sejak awal Juni. Pergerakan ini menarik perhatian, mengingat dalam sebulan
EinsNews, JAKARTA — Saham PT Astra International Tbk (ASII) kembali tertekan pada perdagangan Senin (8/6), terkoreksi 4,60% ke level Rp4.360. Meski demikian, di balik pelemahan tersebut, investor asing justru mulai melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp10,78 miliar, setelah sebelumnya terus mencatatkan net sell sejak awal Juni. Pergerakan ini menarik perhatian, mengingat dalam sebulan terakhir saham emiten otomotif raksasa itu telah merosot hingga 25,15%.
Dari sisi fundamental, valuasi saham ASII kini berada pada level yang sangat atraktif. Rasio price to book value (PBV) tercatat hanya 0,76 kali, sementara price earning ratio (PER) berada di 5,57 kali berdasarkan laba trailing dua belas bulan. Kondisi ini kontras dengan kinerja keuangan yang solid: pada kuartal I-2026, Astra International membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp5,85 triliun.
Analis pasar menilai bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham ASII dalam jangka pendek. Menurut proyeksi analis, saham tersebut berpotensi masih turun ke rentang Rp4.260–Rp4.360. Namun, kondisi ini justru dinilai sebagai peluang bagi investor yang ingin melakukan strategi buy on weakness, dengan target harga pertama di Rp4.690 dan target harga kedua di Rp4.960, serta level stoploss di bawah Rp4.180.
Dengan valuasi yang terdiskon dan fundamental yang tetap kuat, aksi borong asing pada saham Astra patut dicermati sebagai sinyal awal pemulihan, meskipun volatilitas pasar masih perlu diwaspadai.










Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *