Pasar saham Vietnam kembali menunjukkan volatilitas pada sesi perdagangan 4 Juni setelah mengalami tujuh hari koreksi beruntun. Meskipun likuiditas tetap tipis dan investor masih bersikap wait-and-see, sektor minyak dan gas justru tampil sebagai bintang dengan aksi beli yang agresif. Indeks VN-Index bergerak fluktuatif di sekitar level acuan, namun keberhasilan beberapa saham energi menahan tekanan jual yang dominan.
Saham PLX menjadi pusat perhatian setelah melonjak 6,9%—batas maksimum harian—menuju level 41.850 VND per saham dengan volume transaksi nyaris mencapai 5 juta unit. Kenaikan ini terjadi tanpa katalis fundamental baru, sehingga lebih dipicu oleh sentimen pasar jangka pendek dan akumulasi investor ritel. Selain PLX, saham ASP tercatat naik lebih dari 6%, sementara PVD, BSR, dan GAS masing-masing menguat 2-3%. Lonjakan ini menjadikan sektor energi sebagai satu-satunya sektor yang mampu menahan pelemahan pasar secara signifikan.
Di kelompok saham berkapitalisasi besar, ACB menjadi saham paling likuid dengan lebih dari 22 juta saham berpindah tangan, meskipun momentumnya mulai melambat. Sektor perbankan menunjukkan perbedaan: ACB naik 1,54%, STB melonjak 2,72%, dan VCB menguat tipis 0,32%, sementara SHB, MBB, dan VPB justru tertekan. Kondisi serupa terjadi di sektor real estat, di mana VIC dan VHM turun tipis, namun BCM dan NVL berhasil mencatat kenaikan.
Sebaliknya, sektor jasa keuangan dan makanan-minuman justru didominasi tekanan jual. Saham VIX, VND, SHS, SSI, dan VCI semuanya terkoreksi. Di sektor konsumen, MSN turun 1,45%, KDC turun 1,57%, dan HAG turun 0,65%. Pola divergensi antar sektor ini mengindikasikan bahwa pemulihan pasar masih bersifat terbatas dan belum merata, sehingga investor disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengambil posisi jangka pendek.