FTSE Russell Kembali Keluarkan Emiten RI, Dana Asing Terkuras Rp4 Triliun

EinsNews, JAKARTA – Keputusan penyedia indeks global FTSE Russell untuk mengeluarkan empat saham tambahan asal Indonesia dalam evaluasi kuartalannya memicu arus keluar dana asing yang masif dari bursa domestik. Langkah penyesuaian portofolio global ini diperkirakan mengakibatkan aliran dana investor asing keluar mencapai Rp4 triliun, terutama akibat aksi front-running oleh manajer investasi global yang harus menyelaraskan kepemilikan sahamnya dengan perubahan konstituen indeks.

Pengumuman terbaru pada awal Juni 2026 ini merupakan kelanjutan dari laporan awal bulan sebelumnya yang sudah mengumumkan pengeluaran empat saham Indonesia pertama. Total saham yang dikeluarkan kini bertambah, memperkuat tekanan jual teknikal di pasar reguler. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan tercatat melemah selama delapan hari berturut-turut menjelang pengumuman resmi, mencerminkan aksi jual mendahului oleh sebagian pelaku pasar yang antisipatif terhadap perubahan portofolio obligasi global.

Proses rebalancing indeks FTSE Russell mewajibkan para pengelola dana global yang menjadikannya tolok ukur untuk menyesuaikan posisi saham mereka secara akurat. Akibatnya, tekanan jual tidak hanya terfokus pada emiten yang dikeluarkan, tetapi juga berdampak sistemik pada likuiditas pasar secara keseluruhan. Emiten yang masuk dalam daftar penghapusan terbaru meliputi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Dharma Henwa Tbk (DOID), dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA)—masing-masing memiliki kapitalisasi pasar signifikan di sektornya.

Keputusan ini menegaskan betapa rentannya bursa domestik terhadap pergerakan modal asing yang dipicu oleh kebijakan indeks global. Dengan estimasi total dana asing yang keluar mencapai Rp4 triliun, para analis pasar mulai mewaspadai potensi volatilitas jangka pendek hingga proses rebalancing selesai sepenuhnya. Pelaku pasar domestik diimbau untuk mencermati perubahan konstituen indeks secara berkala guna mengantisipasi pergerakan aliran dana berikutnya.